Cerita Dari Surga

di dalam surga, seorang anak muda protes kepada Tuhan. Anak Muda: ya Tuhan kenapa aku kau tempatkan di surga paling rendah, sementara orang tua itu Engkau tempatkan di surga yang paling tinggi?

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Senin, 09 Desember 2013

Mulutmu adalah Kambingmu (Bukan Harimaumu)

blog-venus-venus.blogspot.com 

Oleh Hamba Moehammad

Ketika menjelang suksesi Pemilihan Umum (Pemilu), kita melihat di berbagai media baik cetak, online, maupun media televisi, Partai Politik (Parpol) peserta Pemilu berlomba-lomba membangun citra diri dengan memperkenalkan diri melalui tayangan iklan. Aneka jargon atau slogan yang apik siap memikat hati kita para penonton atau pembaca berita di media yang bakal menjadi pemilih.

Masih lekat dalam ingatan kita ada slogan "Katakan Tidak Pada Korupsi". Ini jargon iklan salah satu Partpol pemenang Pemilu. Bila tidak ditelisik secara mendalam, kita bisa tertipu dengan jargon politik di atas. Kata-kata terkadang diramu sedemikian rupa sehingga terdengar manis, meski dalam kenyataan, yang ada hanya kepahitan demi kepahitan.

Jargon politik di atas sebenarnya tak memiliki pengertian yang gamblang dan jelas. Maknanya kemunginan sengaja disamarkan untuk menutupi maksud terselubung. Namanya juga juga jargon politik. Orang awam mungkin memahaminya bahwa jargon di atas ingin mengajak kita untuk tidak berkompromi dengan aneka perilaku dan tindakan yang menjurus pada korupsi. Sayang realitanya, begitu banyak kasus korupsi justru dilakukan oleh kader Parpol.

Padahal mungkin saja makna sejati jargon di atas adalah katakan saja "tidak" ketika anda diduga korupsi, padahal anda memang melakukan korupsi. Atau yang lebih gamblang, jargon di atas bisa diubah menjadi, "Katakan saja tidak padahal korupsi" atau anda punya pendapat lain.

Ada lagi jargon "Suara Partai Suara Rakyat" atau "Suara Rakyat Suara Tuhan". Meski mungkin maksud dari jargon ini adalah ingin menjadi pionir dalam upaya menjembatani aspirasi rakyat dan berharap rakyat memberikan mereka kepercayaan untuk memperjuangkan nasib mereka. Rakyat adalah representasi dari keinginan Tuhan untuk memilih pemimpin yang amanah dan bisa membawa kesejahteraan. Sayangnya lagi-lagi, realitanya malah berkebalikan. Hingga saat ini rakyat yang katanya suara Tuhan, kepentingannya malah diabaikan, dianaktirikan, bahkan malah dieksploitasi untuk kemakmuran partai dan pemilik partai.

Tapi kini rakyat sudah semakin melek politik. Mereka sudah belajar dari pengalaman pahit bertahun-tahun bahwa Parpol bukan lagi sarana yang ideal untuk dipercaya memperjuangkan aspirasinya. Kini mereka lebih menjatuhkan pilihan pada sosok atau tokoh atau person yang mereka nilai bisa memperjuangkan aspirasi mereka, tak peduli dari mana asal partainya, sukunya, agamanya atau latar pribadi lainnya.

Jika para pengurus Parpol tak jelih membaca fenomena ini, maka sehebat apapun sihir jargon, tak lagi mempan bagi rakyat yang bosan dikibuli. Rakyat sudah imun dengan serbuan virus-virus jargon politik kotor.

Mereka, para pengurus Parpol harus mencari cara lain untuk merayu hati rakyat yang terlanjur putus cinta dan pengharapan terhadap rekam jejak Parpol. Jika tidak, jargon-jargon malah menjadi bumerang dan menjadi bahan lelucon semata. Kita bisa mengatakan hal ini dengan ungkapan baru, "Mulutmu adalah Kambingmu" dan bukan lagi "Mulutmu adalah harimaumu" karena terkadang "kambing" jauh lebih rewel ketika lapar ketimbang "harimau". (**)

Makassar, 9 Desember 2013

Perlukah Saya Mengucapkan Selamat Hari Anti Korupsi?

www.padangmedia.com

Oleh Hamba Moehammad

Apakah dengan mengucapkan demikian, simsalabim persoalan korupusi di negeri ini akan enyah dari hiruk pikuk keseharian kita di negeri ini? Oalah terlalu banyak perayaan dan seremoni di negeri ini. Yang kita butuhkan adalah aksi, bukan sekadar basa-basi slogan dan jargon.


Lebih baik saya mengucapkan "terima kasih" kepada mereka yang tak melakukan bahkan tak berniat korupsi, karena mereka tidak menambah pekerjaan berat untuk KPK.

Saya juga menghaturkan terima kasih kepada mereka yang telah bertobat dan berjanji untuk tidak lagi melakukan tindakan koruptif, karena selain berdosa, perbuatan koruptif juga tidak baik untuk kesehatan jiwa dan raga.

Lebih dari itu,saya berterima kasihkepada Tuhan Yang Mahaesa, yang hingga saat ini masih berkenan memberi kita kesempatan untuk memperbaiki diri, keluarga dan bangsa ini, sembari berharap, semoga semua persoalan yang sedang terjadi di negeri ini, hanyalah cobaan dari-Nya, bukan azab. Amin. (**)

Makassar, 9 Desember 2013
Selamat buat anda yang merayakan Hari Anti Korupsi

Terima Kasih Kuhaturkan

dewasadewa.wordpress.com 

Oleh Hamba Moehammad

Terima kasih merupakan ungkapan rasa syukur atas segenap karunia. Terima kasih merupakan ungkapan tulus, lahir dari hati yang dipenuhi cinta. Terima kasih merupakan ungkapan balas budi meski tak setimpal.

Terima kasih adalah pengakuan keterbatasan hamba kepada Tuhan yang begitu melimpah mengaruniakan, begitu mudah memberi, begitu murah memaafkan danmelupakan kesalahan.

Terima kasih merupakan bentuk lain dari membalas budi yang mungkin tak sepadan dengan cinta yang diberikan. Terima kasih juga merupakan pengakuan atas segenap keterbatasan dan kelemahan namun tahu diri.

Terima kasih ingin kuhaturkan:

Kepada Allah yang hingga kini masih kuterima sebagai Tuhan, yang masih kupercaya sebagai tempat muara segala hajat

Kepada Muhammad Sang Nabi, tokoh favoritku yang hingga kini belum kudapati pengganti yang sepadan.

Kepada orang-orang yang menjunjung nurani dan kewarasan berpikir di tengah kegilaan yang akut, orang-orang shaleh dan sederhana yang menjadi teladan hidup manusia, yang membakar semangat untuk senantiasa mendamaikan, yang menjadi pencerah di tengah kesemrawutan, yang menjadi inspirator lahirnya kreasi kebajikan di tengah kejumudan laku dan pikiran.

Kepada kedua orangtuaku, ibu, yang menjadi wanita pertama dan cinta pertama dalam hidupku. Bapak, dengan segenap rasa cinta dan penghormatan atas jasa-jasanya. Kepada saudara (kakak dan adik) yang selalu menjadi telaga inspirasi. Juga segenap cinta ikhlas dari keluarga besarku yang tak bisa kusapa satu-satu. Hanya kepada-Nya segenap cinta dan kebajikan dibalas setimpal.

Tak lupa kepada semua yang pernah mengenalku, kepada segenap yang pernah singgah dalam hidupku. Terima kasih berlimpah kuhaturkan. Semua kenangan itu tetap terpatri dan selalu abadi di hati ini. Hanya ini yang bisa kuhaturkan dari lubuk terdalam hati. Tak lebih, dan mungkin banyak kurangnya. (**)

Makassar, 8 Desember 2013

Minggu Pagi, Mau ke Mana?

www.myinfrared.com

Oleh Hamba Moehammad

Selamat menyambut pagi dan selamat berakhir pekan.

Untuk suasana pagi sebelum matahari sepenggalan, mungkin anda sudah bersiap-siap dengan agenda masing-masing: memancing bersama keluarga di kolam belakang dapur/di sungai yang mengalir di bawah kolom rumah panggung anda, bersepeda bersama mantan pacar sembari menggosipi pacar masing-masing, jalan-jalan pagi bersama binatang kesayangan (anjing, kambing, kuda, kerbau atau unta), atau mungkin anda punya kegemaran memberi makan burung yang paling ada sayangi dari pada kucing kesayangan suami atau istri anda.

Selain pagi di hari minggu yang memang selalu dinanti, anda mugkin punya seabrek rencana bersama keluarga untuk menghabiskan waktu di pantai, atau sekadar janji ketemu dengan komunitas yang punya hoby olah raga tradisional misalnya, main kelereng, main egrang, petak umpet dan sejenisnya. Atau bila anda ibu rumah tangga, mungkin anda punya agenda arisan setiap hari minggu bersama tetangga atau kenalan dari luar negeri. Bila anda seorang suami, bersama rekan bisnis punya kumpulan para suami yang gemar menceritakan masakan istri yang kelebihan garam, atau seduhan kopi yang ditambahkan dengan garam, atau saling memamerkan kalau anda punya istri/pacar paling cantik di atara rekan-rekan anda. Dan masih banyak aktifitas lain di hari minggu.

Intinya, hari minggu adalah waktunya untuk melampiaskan aktifitas yang tak ada kaitannya dengan sekolah dimana PR yang berjibun, Kuliah dengan tugas presentasi dari dosen yang menyebalkan, tugas kantor yang kadang membuat maag dan darah tinggi kambuh, omelan bos yang bikin migrain, dan lain sebagainya.

Meski hanya sehari, hari minggu adalah hari yang spesial. Hari yang istimewa buat anda. Hari dimana anda sesaat merasa sebagai orang merdeka, orang yang baru selesai dari masa penjajahan rutinitas kerja, kerja, dan kerja.

Bagi anda yang tak punya hobi keluar rumah, mungkin anda hanya menghabiskan waktu seharian untu bermalas-malas di kamar tidur sambil menghayalkan artis idola datang bertandang ke rumah anda, atau membaca buku komik kesukaan anda yang sempat tertunda selama seminggu, atau mingkin menonton film kartun kesayangan di salah satu stasiun tivi favorit.

Namun satu pesan dari saya, hindari anak-anak anda dari memelototi berita gosip para selebriti yang lagi musim kawin cerai, atau berita kasus korupsi dan selingkuh para politisi yang lagi ramai menyewa jasa dukun jelang Pemili 2014 mendatang.

Lagi pula kenapa kita harus begitu sibuk dengan apa yang dialami para selebriti? Mereka yang cerai, lantas mengapa kalian yang memaki? Kenapa juga kita mesti menggerutu kasana kemari ketika politisi kedapatan mencuci uang? Mereka yang mencuci uang, kenapa kita yang basah kuyup tersungut-sungut?

Itu saja yang bisa saya sampaikan. Jika lebih, jangan pernah bosan menerima dan jika kurang, mohon ditambahkan. Semoga hari minggu anda menyenangkan, semoga akhir pekan anda berkesan. Hingga esok pagi, ketika anda hendak kembali melakukan rutinitas, anda punya semangat untuk menerima tatangan PR baru dari guru di sekolah, anda punya ide baru bagaimana menaklukan beban kuliah dari dosen, anda tetap cerah ceriah ketika menerima tumpukan tugas di kantor, dan anda puya hati yang selalu lapang untuk menerima omelan-omelan bos.

Sekian dan terima kasih. Wassalam. (**)

Makassar, 8 Desember 2013

Semuanya Tergantung Argumentasi

dikdas.kemdikbud.go.id

Oleh Hamba Moehammad

Mencermati aneka perdebatan terutama perdebatan tentang kebijakan yang mengundang pro dan kontra, entah di televisi, di dunia maya, atau diforum-forum debat lainnya, saya berkesimpulan, ternyata, benar atau salah sangat ditentukan oleh seberapa lihainya kita berargumentasi dan mempertahankan argumentasi kita. 

Kita bahkan sama sekali tak peduli sedag berada pada pihak yang benar atau salah, pro atau kontra, setuju atau tidak setuju, terima atau tidak terima.

Intinya, sejatinya tidaka ada yang salah, tergantung argumentasinya.

Tak heran bila dalam keseharian kita, kita dapati penjahat/koruptor/pencuri bisa lolos dari hukuman karena argumentasi yang didukung bukti-bukti yang membuktikan kalau dia tak bersalah. Meski sebenarnya dia penjahat/koruptor/pecuri.

Terngiang sebuah ungkapa yang entah di mana saya pernah mendengarnya yang mengatakan begini:

"Kebenaran yang tak terorganisir, dapat dikalahkan oleh kebathilan yang terorganisir."

Dan situsi dan kondisi seperti ini sedang terjadi di negeri kita ini. Dan lihatlah siapa yang sedang berkuasa di negeri ini, juga siapa yang sedang meraja di dunia ini.

Makassar, Desember 2013

Amnesia di Malam Minggu

www.republika.co.id

Oleh Hamba Moehammad


Kapan kita pernah benar-benar berbicara
satu sama lain?
Di mana?
Aku tak bisa ingat.

Aku bahkan tak ingat 
di mana kita pertama kali bertemu
dan saling kenal.
Di warung coto makassar?
Di pasar sentral?
Di anjugan patai losari?
Di kedai yang menjual kopi panas?
Aku tak ingat, tak bisa ingat.

Aku tidak tahu.

Makassar, 7 Desember 2013
Ketika hujan lebat mengguyur kota sedari sore

Dusta Demokrasi

hijrahdarisyirikdanbidah.blogspot.com

Oleh Hamba Moehammad

Berbicara demokrasi, selama ini kita dininabobokan oleh para pengagum dan pendukungnya dengan jargon "Dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat.' 

Realitanya, prinsip demokrasi malah kebalikannya: dari rakyat, oleh partai, dan selanjutnya hanya untuk segelintir elit. Ini nyata, dan terjadi dinegeri elok yang sangat kita cintai bernama Indonesia ini.

Demokrasi yang selama ini kita agung-agungkan terbukti gagal mensejahterahkan masyarakat bangsa ini. Lebih dari itu, demokrasi hanya dimanfaatkan untuk melegitimasi dominasi dan kekuatan segelintir elit.

Sejarah telah mencatat kenyataan, semua bangsa yang mengaku-ngaku "demokratis" justru kerap memperalat suara rakyatnya untuk kepentingan pribadi dan kroninya.

Kita jadi bertanya-tanya: apakah benar sistem demokrasi begitu baik dan jitu sehingga ia menjadi pilihan satu-satunya yang ampuh agar kita bisa dihargai dan dihormati oleh dunia?

Sementara kita sebagai rakyat umumnya tetap tinggal sebagai bagian-bagian untuk diperalat suaranya demi melanggengkan jabatan dan kuasa politik segelintir mereka.

Pemilu 2014 sebentar lagi akan tiba. Kita menyebutnya pesta demokrasi. Masihkah kita percaya dengan pesta yang ironis, dan sistem yang terbukti gagal ini?

Walaupun kenyaataannya, pada setiap perhelatan pesta demokrasi ini, kita sebagai rakyat tak pernah diberi pilihan untuk menentukan siapa yang (lebih) layak menjadi pemimpin. Kita hanya disodorkan pilihan-pilihan yang sudah ditentukan lobi-lobi elit Parpol. Inilah dusta demokrasi.

Makassar, Desember 2013